Pembelajaran

Pondok pesantren Mahasiswa Muhammadiyah Zam-zam Purwokerto, merupakan Pondok Pesantren Mahasiswa Berbasis Masyarakat (PPMBM). untuk menunjang PP.MBS ini, secara sosiologis dan struktural melibatkan anggota masyarakat dalam pembinaan dan pendidikan santri yang tinggal di asrama induk atau asrama filialnya. Selain itu  Pondok Pesantren Mahasiswa Muhammadiyah juga melaksanakan pendidikan bagi mahasiswa sebagai kader Muhammadiyah melalui dua jalur pendidikan, yaitu :

Pendidikan Kepesantrenan
Pendidikan kepesantrenan adalah pendidikan yang diperuntukkan bagi santri-santri calon & kader Muhammadiyah di bidang keagamaan, dengan menekankan pada kajian-kajian ilmu alat/dasar dalam mempelajari Bahasa Arab, Tafsir dan Hadits. Selain mengkaji materi tersebut di atas, santri Zam-zam Purwokerto juga diberi pendidikan kepemimpinan, keprasahajaan hidup, Matan dan Keyakinan MUhammadiyah.  Selain program-program dimaksud, santri Mahasiswa Muhammadiyah juga ada materi tambahan yaitu :Tahfidz Al Qur’an, Pengayaan Bahasa.
  1. Tafsir Jalalain
  2. Hadits Riyadlus Sholihin & Targhib wa tarhib
  3. ‘Umdatul Ahkam
  4. Akhlaqul Lil banin Lil Banat
  5. Kaifiyatu Sholatu Nabiyyu
  6. Adz-Dzikru  wa Du’a’: Thoharatul Qulub
  7. Haji wal Umra
  8. Nadloman Tajwid (Bi lughoh Arabiyah wal Jawi Wustho)
  9. Amsilah Tasyrifiyah
  10. Mat’ul Bina
  11. Jawahirul Kalamiyah
  12. Fiqhul Lughah
  13. Min Adzkara Al-Kitab wa As-Sunah
  14. Kitab Himpunan Putusan Tarjih
  15. Pedoman Hidup Islami
  16. Dan kitab lain yang sejalan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah  
Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran untuk materi keagamaan dilaksanakan dengan model tarjamah langsung yaitu dengan menjelaskan asal kata (fi’lin madhinya) yang disampaikan dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Untuk materi kajian dengan kitab kuning (kitab yang tidak berharakat dan tidak ada artinya( dilakukan dengan tahapan : membaca naskah materi secara utuh, mengartikan sesuai denga mufradat, menterjemahkan dan menarik kesimpulan). Sementera itu untuk materi kajian Ilmu tajwid dan Nahwu berupa materi berhasa Jawa dalam bentuk nadloman, dengan tahapan pembelajaranya yaitu : membaca naskah perbait, melagukan dan kemudian, menjelaskan/menyimpilkan  isi kandungannya, menghafalkan dan menerapkan dalam kalimat/bacaan.
Secara sistemik waktu  ta’lim dilaksanakan sehabis jama’ah sholat Shubuh dan setelah jama’ah sholat ‘Isya setiap hari sesuai dengan kalender ta’lim ma’had. Untuk menunjang efektifitas pembalajaran, ta’lim dibagi menjadi tiga mustawa.
  1. Mustawa awal
    Mustawa awal diperuntukkan santri Mahasiswa baru IAIN dan PTUN/S (semester 1 dan maksimal semester 3 untuk santri yang mengambil program/masa studi 3 tahun/D.III, dan semester 5 untuk santri yang mengambil program Strata satu/S-1). Dengan  materi ta’lim : Tahfidzul Qur’an wal Ahaadits, Tafsir Jalalain, Hadits Riyadlus Sholihin, Akhlaqul Lil banin Lil Banat, Kaifiyatu Sholatu Nabiyyu, Adz-Dzikru  wa Du’a’,Haji wal Umrah,Nadloman Tajwid (Bi-lughoh Arabiyah  wa Al-Jawi Al- Wustho), Amsilah Tasyrifiyah. Muhadhoroh.
  2. Mustawa Tsani
    Kelas mustawa Tsani diperuntukkan santri mahasiswa IAIN yang sudah lulus BTA dan PPI serta mahasiwa umum yang ingin mempelajari ilmu agama dan ilmu umum sebagai bekal mempersiapkan diri menghadapi tugas akhir kuliah dan atau tugas-tugas kemasyarakatan. Khusus kelas mustawa Tsani, wasa pembelajaran hanya berlangsung ba’da ‘isya sebanyak 4 hari, dengan materi intensif yaitu : Lughoh ‘Arabiyah, ,‘Umdatul Ahkam, Ath-Thariqah At-Tarbiyah Al-Hukumiyah, Metodologi Penelitian kualitatif dan kuantitatif, Bimbingan Karya tulis Ilmiyah.